Saturday, March 1, 2014

PENGANTAR SOSIOLOGI


                                                                PENGANTAR SOSIOLOGI
PENDAHULUAN

-Sosiologi?Ilmu tentang masyarakat (?)
-Socious : berteman, berkawan 
-Logos/logia:Ilmu 
-Jadi Sosiologi itu adalah Ilmu tentang berteman, bermasyarakat. 
-Apa dari masyarakat itu yang dibahas dalam sosiologi?

Kodrat manusia : 
Ingin bergaul, berteman
Ingin memenuhi kebutuhan hidup 
Ingin bertahan hidup 
Ingin dihormati/menghormati 
Ingin dicintai/mencintai 
Ingin melindungi/melindungi 
dll

Kunci dari semua itu apa?
Kuncinya adalah interaktsi/hubungan obyek sosial.
Tanpa ada interaksi tak ada masyarakat.

Ada 3 macam hubungan : 
1.Hubungan primer 
2.Hubungan sekunder 
3.Hubungan tersier 

Hubungan/Interaksi bisa : 
1.Antar individu 
2.Antar kelompok 
3.Individu dengan kelompok 

Sosiologi mempelajari jaringan interaksi dalam masyarakat. 
Jaringan meliputi : 

Proses sosial : stratifikasi sosial 
Struktur sosial : lembaga-lembaga sosial, organisasi sosial
Perubahan sosial: mobilitas sosial dengan segala konsekuensinya    

Mengapa belajar sosiologi ?
Manusia terdiri dari 3 aspek pokok: 

- Manusia sebagai makhluk biologis 
-Manusia sebagai makhluk budaya 
-Manusia sebagai makhluk sosial 
-Dari ke-3 aspek diatas muncul teori : 
-Individualisme 
-Kolektivisme 

Individualisme bersifat : 
-Individual, bertanggung jawab pada diri sendiri 
-Sifat sosial adalah faktor sekunder
-Utamakan kepentingan dan kebebasan pribadi 
-Mempunyai hak mutlak yang harus dipenuhi masyarakat 
-Hak individu tak boleh dikorbankan untuk kepentingan masyarakat 

Tokoh : Epicurus manusia sebagai makhluk kebutuhan (need creatures) 

Kolektivisme bersifat : 
-Individu sekedar sarana bagi masyarakat secara keseluruhan 
-Prioritas ada pada kepentingan masyarakat
-Individu mempunyai kebebasan yang bertanggung jawab demi      kepentingan masyarakat, bangsa, negara
-Berkorban demi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara 
 Tokoh : Aristoteles manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon) 

Epicurus berpendapat : 
Manusia sebagai makhluk individu yang harus terpenuhi kebutuhannya 
Masyarakat sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhannya 

Aristoteles berpandapat : 
Manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia yang lain.
Masyarakat sebagai tujuan untuk membentuk kepribadian secara utuh.

DEFINISI SOSIOLOGI:
1. William G. Sumner 
    Ilmu tentang gejala-gejala sosial 
2. George Simmel 
    Mempelajari tentang hubungan antar manusia 
3. Emile Durkheim 
    Mempelajari tentang lembaga-lembaga sosial (the  science of institutions)
4. M. Kovalevsky 
   Ilmu tentang organisasi dan perubahan sosial (the science of organization and social change)
5. Max Weber 
    Ilmu tentang tindakan-tindakan sosial (sosial actions) 
    Tindakan Sosial : 
    Tindakan individu/kelompok yang berpengaruh pada 
    tindakan dan sikap orang / kelompok lain.
6. Albion W. Small
    Ilmu yang mempelajari tentang proses-proses sosial (social Processes)
7. Robert E. Park 
    Ilmu tentang perilaku kolektif (collective  behaviour) 
8. Astrid S. Susanto 
    Ilmu yang meneliti dan menjelaskan tindakan-tindakan sosial manusia (tindakan keluar)
    Kesimpulan :
   Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia baik ia sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.

Materi Penelitian Sosiologi : 
    Realitas tentang kehidupan manusia sebagaimana adanya, hidup dan kehidupannya, perkembangan serta keruntuhannya. 

Tugas Sosiologi : 
    Memperoleh dan menafsirkan fakta-fakta tentang hubungan antar manusia, dan bukan bermaksud untuk memecahkan masalah-masalah yang ada. 

Tujuan Sosiologi : 
    Meningkatkan daya kreatifitas manusia dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan dan mengembangkan pengetahuan yang obyektif tentang gejala kemasyarakatan yang dapat digunakan dengan efektif terhadap problema sosial. 

Sifat-Sifat Sosiologi 
1. Empirik    : Berdasarkan pada observasi   dan akal,  
                    bukan wahyu supranatural 

2. Teoritis    : Sosiologi hanya membuat summary saja dari 
                    hasil observasi sehingga  bersifat abstrak.

3. Kumulatif : Teori-teori yang ada berdasar pada teori-teori  
                     terdahulu, yang sifatnya adalah perbaikan, 
                     sehingga teori yang baru lebih lengkap, luas 
                     dan sempurna.

4. Non etik  : Sosiologi tidak membahas tentang social  
                    ethic, tidak memasalahkan baik/buruk 
                    masyarakat. Tapi mengungkap dan menjelaskan 
                    realitas-realitas sosial.

Madzab-Madzab Sosiologi 
1. M. Geografi & Lingkungan 
     Edward Buckle membuktikan bahwa ada hubungan erat 
     antara tingkah laku manusia (penduduk) dengan 
     lingkungan geografi (tempat tinggal).
     Artinya :  ada korelasi antara faktor alam dengan  
                      struktur serta organisasi sosial (karakteristik  
                      sosial masyarakat).

2. M. Organis Evolusioner 
    Herbert Spencer menyatakan : 
    Suatu organisma akan bertambah sempurna dengan 
     adanya diferensiasi. Ini terjadi karena proses evolusi. 

3. M. Formal 
   George Simmel berpendapat bahwa elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk yang mengatur hubungan antar manusia.
    contoh : 
    Manusia hidup bermasyarakat diatur oleh folkways / lembaga-lembaga sosial.
    Dengan demikian masyarakat akan teratur, meski sebenarnya bentuk (lembaga) itu yang membuat manusia itu sendiri. 

4. M. Psikologi 
   Gabriel Tarde berpendapat : 
    Gejala sosial mempunyai sifat psikologis yang terdiri dari   interaksi antar jiwa-jiwa individu, dimana jiwa tersebut  
    mengandung unsur kepercayaan dan keinginan-keinginan. 
    Bentuk utama interaksi sosial adalah : 
     - Imitasi        peniruan 
     - Oposisi        menentang 
     - Adaptasi      penyesuaian 
    Dalam masyarakat : 
    Imitasi berhadapan dengan oposisi ini bisa menuju pada  bentuk adaptasi atau non adaptive (konflik) 
    Misal :  invention / penemuan baru.
5. M. Ekonomi 
    Karl Marx berpendapat bahwa dalam masyarakat selalu  
      terjadi perbedaan kelas yaitu kelas atas (borjuis) dan 
      kelas bawah (proletar).
      Kelas atas selalu berkuasa, kelas bawah tertindas    
      selalu konflik.
      Konflik akan hilang kalau kelas bawah / buruh yang  
      menang sehingga dalam masyarakat tidak ada kelas 
      lagi (clasless society).
    Tujuan utama : tercipta keadilan
      Kelemahan     : dalam masyarakat tak mungkin 
                                 tanpa  kelas. 
6. M. Hukum 
     Emile Durkheim berpendapat bahwa hukum adalah  
     kaidah-kaidah yang bersanksi.
     Berat ringan sanksi tergantung pada : 
     - Sifat pelanggaran 
     - Anggapan-anggapan serta keyakinan masyarakat 
        terhadap baik buruknya suatu tindakan.
        Ada korelasi antara hukum dengan solidaritas sosial.


No comments:

Post a Comment